Roy Hodgson Pelatih yang Menghancurkan Karier Roberto Carlos

Roy Hodgson Pelatih yang Menghancurkan Karier Roberto Carlos

April 21, 2020 0 By Kang Bola

JadwalBola – Legenda sepak bola Brasil, Roberto Carlos mengomentari eks pelatihnya di Inter Milan Roy Hodgson. Ia menyebut pelatih asal Inggris tersebut sebagai sosok yang menghancurkan kariernya saat bermain bersama Inter Milan.

Roberto Carlos bergabung dengan Inter Milan pada tahun 1995. Ia saat itu didatangkan dari klub Brasil Palmeiras.

Namun, permainan Roberto Carlos di Italia ternyata hanya berlangsung satu musim saja. eks bek kiri itu memutuskan pindah ke Real Madrid pada tahun 1996.

Roberto Carlos kemudian menemukan kesuksesan setelah bergabung dengan raksasa Spanyol tersebut. Ia berhasil memenangkan tiga gelar Liga Champions dan empat trofi La Liga selama bermain di Santiago Bernabeu.

Daftar Judi Bola Sbobet

Menghancurkan Karier
Roberto Carlos menganggap pelatih Inter saat itu Roy Hodgson mengancurkan kariernya. Sebab, Hodgson sudah membuatnya bermain di luar posisi aslinya yang sebagai bek kiri.

“Roy Hodgson menghancurkan saya saat Inter Milan, ia memasang posisi saya untuk bermain di lini tengah,” kata Carlos kepada Marca.

“Saya tidak akan memiliki kesempatan untuk bermain bersama tim nasional dan saat itu ada Copa America pada 1997.”

“Bukan berarti hubungan kami buruk, tapi saya merasa ia tidak tahu banyak mengenai sepakbola.”

Deposit Pulsa Judi Bola Sbobet

Meminta Dijual
Dengan Roy Hodgson, Roberto Carlos mengaku tidak punya banyak pilihan selain meninggalkan Inter Milan. Setelah itu, Roberto Carlos bertemu dengan pelatih legendaris Italia Fabio Capello di Spanyol.

“Saya berbicara dengan [presiden Inter saat itu, Massimo] Moratti dan memintanya agar menjual saya. Saya pergi ke Real Madrid untuk bergabung dengan pelatih [Fabio] Capello, ia pelatih paling penting yang pernah saya miliki,” tandasnya.

Roy Hodgson bertahan di Inter Milan satu musim lagi setelah kepergian Roberto Carlos. Ia membawa timnya ke final Piala UEFA pada tahun 1997, tetapi kalah dari Schalke lewat drama adu penalti.