Momen Mourinho Mengaku Menderita Usai Dipecat Manchester United

Momen Mourinho Mengaku Menderita Usai Dipecat Manchester United

November 27, 2019 0 By Kang Bola

JadwalBola.co – Jose Mourinho sangat bahagia bisa kembali bekerja di pinggir lapangan, kali ini sebagai pelatih Tottenham Hotspur. Bagi Mourinho, pekerjaan ini telah menyelamatkannya dari penderitaan tanpa sepak bola usai dipecat Manchester United pada 11 bulan lalu.

Pelatih 56 tahun ini dipecat Manchester United pada Desember 2018 lalu. Jose Mourinho dianggap gagal menjalankan proyek pembangunan tim untuk meraih kesuksesan dan sejak saat itu, Mourinho melewati 11 bulan tanpa pekerjaan sebagai pelatih.

Bukannya tidak ada tawaran untuk dirinya, Namun Mourinho mengaku hanya ingin memilih yang tepat. Dia bahkan dikabarkan menolak sejumlah klub lain sebelum akhirnya menerima Tottenham sebagai pelabuhan selanjutnya.

Kini, Mourinho berbicara soal momen paling sulit selama 11 bulan menganggur itu.

Apa yang Saya Lakukan?
Selama 11 bulan saya tidak melatih tim mana pun, Mourinho sempat bekerja sebagai pundit sepak bola untuk Sky Sports. Dia pun beberapa kali diminta komentar tentang pertandingan tertentu oleh media lain.

Perubahan drastis itu jelas menyulitkan Mourinho sebagai pelatih, tapi bukan itu yang paling parah. Mourinho mengaku, yang paling menyakitkan adalah ketika dia kehilangan kebiasaan laga pramusim.

“Saya mengaku, momen paling sulit bagi saya dalam 11 bulan terakhir adalah bagian pada musim panas ketika saya tidak menjalani laga pramusim dan melihat pelatih-pelatih lain serta klub menjalani pramusim,” buka Mourinho kepada Metro.

“Perasaan paling aneh yang saya dapatkan ketika pergi ke stadion sepak bola, terkadang saya berpikir apa yang saya lakukan di sini? Baik di ruang komentator atau di studio Sky Sports, apa yang saya kerjakan di sini? Itu sungguh aneh.”

Kembali ke Habitat Alami
Saat ini, Jose Mourinho sudah kembali melatih, merasakan sensasi di pinggir lapangan dan memberikan arahan. Di sanalah saya merasa sangat bahagia, Saya di tempat yang seharusnya. Uniknya, setelah puluhan trofi yang sudah diraih, Mourinho masih merasakan sensasi yang sama, seakan-akan ini yang pertama kali.

“Saya seharusnya berada di luar sana [di area teknis] jadi hari ini saya kembali di tempat seharusnya. Di sinilah habitat alami saya,” lanjut Mourinho.

“Apakah emosi saya berlebihan? Tidak. Saya grogi? Tidak, tetapi saya benar-benar mencintainya, khususnya ketika segala hal berjalan sesuai harapan Anda.”

“Tentu yang terbaik dalam sepakbola adalah memenangkan pertandingan,” pungkasnya.

Berita Lainnya : Eden Hazard Bermimpi Untuk Bermain Bersama Kylian Mbappe