8 Striker Tajam yang Tidak Bisa Berkutik di Premier League

8 Striker Tajam yang Tidak Bisa Berkutik di Premier League

Mei 30, 2020 0 By Kang Bola

JadwalBola – Striker RB Leipzig, Timo Werner saat ini tengah menjadi rebutan klub-klub Premier League. Liverpool dan Manchester United sangat tertarik untuk membawa sang pemain ke Inggris.

Penyerang asal Jerman berusia 24 tahun tersebut diminati klub-klub Premier League bukan tanpa alasan. Ia tercatat sudah mencetak 31 gol hanya dalam 42 laga untuk klub dan negaranya. Tak heran, ia dianggap layak pindah ke klub yang lebih besar.

Daftar Judi Bola Sbobet

Modal produktivitas tinggi di klubnya yang sekarang tak menjadi jaminan Timo Werner akan mudah mencetak gol ke gawang klub-klub Inggris.

Berikut ini delapan penyerang tajam yang gagal dan terpuruk di Premier League, seperti dilansir The Sun.

1. Fernando Morientes: Liverpool (2005-2006)

Fernando Morientes
Fernando Morientes hanya bermain di Anfield selama 1,5 musim. Dia tak pernah benar-benar mencapai performa terbaiknya selaba berseragam Liverpool.

Morientes datang ke Anfield dengan harapan tinggi karena menikmati delapan tahun yang sukses bersama Real Madrid. Tetapi, pemain asal Spanyol itu kesulitan beradaptasi di Inggris.

Dia hanya mencetak delapan gol dalam 41 penampilan di Premier League. Morientes kembali dijual ke Spanyol dan bergabung bersama Valencia.

2. Diego Forlan: Manchester United (2002-2004)

Diego Forlan
Diego Forlan membutuhkan 34 laga untuk mencetak gol perdananya di Inggris. Catatan tersebut benar-benar di luar ekspektasi tinggi dari para fans.

Pemain asal Uruguay itu datang ke Old Trafford dengan reputasi yang sangat baik. Tapi, ia kesulitan mengulangi penampilan terbaiknya selama bermain untuk Manchester United. Gol yang ditunggu-tunggu baru datang saat menghadapi Aston Villa.

Forlan juga mencetak gol pada laga berikutnya melawan Southamton dan berselebrasi dengan melepas kausnya.

Secara keseluruhan ia hanya mencetak 17 gol dalam 98 laga bersama Manchester United. Forlan justru menikmati kesuksesan di Spanyol, bersama Villarreal dan Atletico Madrid.

3. Hernan Crespo: Chelsea (2003-2008)

Hernan Crespo
Permainan Hernan Crespo di Chelsea tidak berjalan sesuai rencana. Eks pemain termahal di dunia itu kesulitan menemukan penampilan terbaik selama bermain di Stamford Bridge.

Padahal sebelumnya ia bersinar bersama Parma, kemudian juga berlanjut di Lazio. Namun, di Chelsea pemain asal Argentina itu hanya mengemas 20 gol dan kemudian dipinjamkan ke AC Milan dan Inter Milan. Crespo akhirnya dijual permanen ke Inter Milan.

4. Andriy Shevchenko: Chelsea (2006-2009)

Andriy Shevchenko
Shevchenko Bergabung bersama Chelsea saat masih menikmati puncak karier bersama AC Milan. Saat itu, pemain asal Ukraina tersebut telah mencetak hampir 200 gol untuk AC Milan.

Namun, petualangannya di Inggris berubah menjadi mimpi buruk yang tidak lagi indah. Shevchenko hanya mencetak sembilan gol dalam 48 laga bersama The Blues.

Chelsea kemudian mengembalikan Shevchenko kembali ke AC Milan dengan status pinjaman. Shevchenko akhirnya dijual permanen ke Dynamo Kiev pada akhirnya.

Deposit Pulsa Judi Bola Sbobet

5. Robinho: Manchester City (2008-2010)

Robinho
Kepindahan Robinho ke Manchester City terbilang mengejutkan banyak pihak, itu dikarenakan saat itu Manchester City baru saja menjelma jadi klub kaya raya, pada 2008 benar-benar mengejutkan. Tak ada yang menyangka ia akan pindah karena sedang menikmati kesuksesan bersama Real Madrid.

Namun, penampilannya di Manchester City berjalan tak sesuai rencana. Ia hanya mencetak 14 gol dalam dua musim, sebelum akhirnya pindah ke AC Milan.

6. Radamel Falcao: Manchester United (2014-2015) dan Chelsea (2015-2016)

Radamel Falcao
Radamel Falcao bukan hanya gagal sekali di Premier League, tapi dua kali. Padahal ia datang ke Inggris dengan status sebagai striker tajam dunia, dan merupakan salah satu yang paling berbahaya di dunia.

Pemain asal Kolombia itu hampir selalu mencetak gol per pertandingan di Porto dan Atletico Madrid, kemudian mencetak 62 gol dalam 105 laga bersama AS Monaco.

Namun, petualangannya di Inggris berubah menjadi mimpi buruk. Ia hanya menyumbangkan lima gol di Premier League selama dua musim di Manchester United dan Chelsea.

Bonus New Member Judi Bola Sbobet

7. Alexandre Pato: Chelsea (2016)

Alexandre Pato
Alexandre Pato yang menjadi wonderkid karena menunjukkan penampilan yang luar biasa saat berusia muda. Dia kemudian memulai petualangan terbaiknya bersama Internacional dan AC Milan. Namun, performanya kemudian menurun dan dijual ke klub Brasil, Corinthians.

Meskipun performa Pato kurang meyakinkan, Chelsea memboyongnya ke Stamford Bridge pada 2016. Ia hanya bermain dua kali dan mencetak satu gol melawan Aston Villa melalui penalti.

8. Gonzalo Higuain: Chelsea (2019)

Gonzalo Higuain
Higuain sukses mencetak lebih dari 100 gol untuk Real Madrid, serta 71 gol bersama Napoli. Bahkan, pada musim 2015-2016, ia mencetak 36 gol.

Gol-gol tersebut mengantar Higuain untuk bisa pindah ke Juventus, dan Chelsea sempat meminjamnya pada 2019. Namun, ia hanya mencetak lima gol dalam 15 laga bersama The Blues.